Senin, 12 September 2016

Parenting 2



10 Tips meningkatkan kreatifitas Anak (10 cara melatih, mengasah anak berpikir kreatif)
By Kak Zepe

Cara meningkatkan kreatifitas Anak

Sering kita menemukan seorang anak yang terlihat malas di kelas atau memiliki nilai sekolah yang tidak terlalu baik. Namun ada kalanya mereka bisa mendapatkan nilai yang melebihi teman-teman mereka satu kelas, atau memiliki sesuatu kemampuan yang tidak kita duga dan tidak bisa dilakukan oleh anak-anak yang lain. Jadi bila anda menemukan seorang anak atau bahkan mungkin buah hati kita sendiri terlihat “kurang pandai” jangan berkecil hati. Mungkin saja dia adalah anak yang kreatif dan cerdas, namun belum terlatih / terasah dengan baik. Saya percaya, semua anak memiliki bakat untuk menjadi anak yang cerdas dan kreatif. Lalu bagaimana untuk bisa melatih anak agar bisa menjadi anak yang cerdas dan kreatif? Mari kita ikuti tips-tips di bawah ini:
 Ada 10 cara mengasah kreativitas anak, yaitu:

1. Berkreasi setiap hari
 Untuk menunjukkan kepedulian kita pada sang buah hati dalam berkreasi, marilah kita ajarkan buah hati kita untuk membuat sesuatu yang kreatif. Misalnya dengan menggambar, melipat kertas, bermain game ( porsi yang semestinya), bermain permainan-permaian edukatif, bernyanyi, bercerita, dan masih banyak lagi. Usahakanlah untuk bisa menemukan sesuatu yang baru dan berbeda dari apa yang pernah dilakukan oleh sang buah hati, sehingga anak tidak merasa bosan dan terpacu untuk lebih berpikiran kreatif.

2.Menggunakan ke dua sisi tubuh
 Hal ini memang tidak lazim dilakukan. Namun bila buah hati kita kita latih sejak dini untuk melakukan hal ini, maka hal ini akan sangat bermanfaat di kemuadian hari. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melatih anak melakukan sesuatu menggunakan kedua sisi tubuh. Hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menggambar atau mewarnai menggunakan tangan yang biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, buah hati kita biasa menggunakan tangan kanan saat melakukan aktivitas sehari-hari (menulis, sikat gigi, makan, dll). Maka kita ajari mereka menggunakan tangan kiri saat menggambar. Akan lebih baik lagi bila dalam aktivitas sehari-hari pun mereka juga terlatih untuk menggunakan tangan yang bergantian. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri.

3. Memiliki tokoh yang bisa diteladani dan diidolakan
 Dengan memperkenalkan banyak tokoh dunia yang telah sukses, anak-anak menjadi tahu berbagai macam kepribadian dan prestasi dari orang lain. Hal ini sangat penting. Kenapa? Karena anak-anak suka sekali meniru orang lain. Tokoh-tokoh ini bisa seorang pahlawan, penemu, rohaniwan, dan tokoh-tokoh lain yang bisa menjadi teladan buat sang buah hati. Jangan sampai buah hati kita hanya mengidolakan tokoh-tokoh kartun atau film (seperti Tom and Jerry, Superman, Batman, dll). Hal ini memang tidak dilarang, namun akan lebih baik bila tokoh-tokoh tersebut adalah seseorang yang nyata sehingga bisa menumbuhkan motovasi anak untuk meniru hal-hal yang baik di dalam diri tokoh tersbut, lalu diteladani dalam kehidupan yang nyata.

4. Meningkatkan perbedaharaan kata pada anak
 Semakin tinggi perbedaharaan kata anak, maka seorang anak akan menjadi lebih mudah dalam memahami seseuatu. Misalnya pada saat membaca. Bila buah hati kita banyak mengetahui makna kata yang dia baca di dalam sebuah artikel, maka mereka akan lebih mudah memahami isi artikel yang ia baca. Dengan mengerti isi artikel yang ia baca, maka pengetahuan si kecil pun menjadi lebih luas.

5. Melatih kemapuan mendengar anak
 Secara pribadi, sebagai guru bahasa Inggris, saya sering menggunakan media audio sebagai media pembelajaran anak. Misalnya, dengan menggunakan Tape dan Laoudspeaker. Alat-alat tersebut saya gunakan saat melatih kemampuan mendengar anak-anak dalam belajar bahasa Inggris. Untuk melatih penglihatan, mungkin akan lebih mudah karena pada saat melihat TV pun anak-anak sudah belajar mengerti sesuatu dengan indera penglihatan. Agar indera pendengaran bisa terlatih dengan baik, alangkah lebih baik bila kita sering-sering mengajak anak untuk mendengarkan lagu atau cerita lalu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan lagu atau cerita tersebut (misalnya dengan cara tebak-tebakan).

6. Menggunakan warna-warni saat bermain dan belajar
 Mengapa mainan anak-anak berwarna-warni? Mungkin sebagian dari kita warna-warni hanya digunakan untuk menarik minat anak-anak untuk membeli mainan yang ditawarkan. Namun sebenarnya ada fungsi lain yang lebih bermanfaat. Warna-warni yang biasa dipakai dalam mainan anak ternyata juga bisa mengaktifkan otak kanan. Jadi pada saat buah hati kita belajar menulis, menggambar, dan mewarnai, usahakan menggunakan pensil atau peralatan lain yang berwarna-warni.

7. Melatih ketelitian anak
 Saat anak melihat sebuah gambar jerapah, akan lebih mudah bagi anak untuk mengatakan bahwa itu adalah seekor jerapah, daripada melihat kaki jerapah yang panjang dan meminta anak menyebutkan alasan kenapa kaki jerapah begitu panjang. Mengapa hal ini sangat penting? Karena dengan membiasakan anak untuk belajar sesuatu secara lebih mendetail atau kompleks, maka anak-anak akan menjadi lebih termotivasi untuk “mengenal secara lebih” tentang sesuatu yang sudah mereka ketahui. Sehingga kelak setelah mereka dewasa, mereka tidak hanya tertarik untuk menggunakan sesuatu yang telah ada, namun menemukan hal-hal baru lain tentang sesuatu yang pernah ia pakai dan menciptakan sesuatu yang baru lewat sesuatu yang telah ada (semoga bahasanya bisa dipahami).

8. Memberikan liburan yang kreatif
 Liburan yang kreatif tidak harus mahal, namun yang terpenting adalah sesuai dengan minat anak. Hal ini bahkan bisa dilakukan di rumah. Misalnya dengan berkebun, mendekorasi rumah, membuat kreasi pernik-pernik, dan masih banyak lagi. Bila perlu kita juga mengajak anak berlibur di luar rumah, misalnya ke tempat wisata yang memiliki permainan outbound. Anak-anak aktif biasanya akan menyukai hal ini, karena segala “emosi dan jiwa” mereka bisa tersalurkan dengan baik. Selain itu, dari pembinaan kakak outbound, anak akan mendapatkan banyak pelajaran tentang arti kerjasama, toleransi, sosialisasi, dan lain-lain. Anak aktif juga harus memiliki moral dan etika yang baik kan? Selain itu diperlukan juga….

9. Jangan terlalu serius dalam mendidik
 Suasana keluarga yang terlalu serius dan kaku, biasanya juga kurang mendukung kreatifitas anak untuk bisa berkembang. Gurauan dan humor-humor kecil sangatlah penting di dalam sebuah keluarga. Kita bisa mengajak buah hati kita bercanda pada saat-saat santai, membacakan cerita humor, menceritakan pengalaman sehari-hari yang lucu, dan masih banyak lagi cara lain yang bisa membuat anak merasa rileks saat bertemu dengan orang tuanya. Hal ini juga akan membuat anak merasakan suka cita saat berada di dalam rumah, sehingga anak-anak kita pun bisa lebih ekspresif terutama yang berhubungan dengan kreatifitas yang dia minati dan bakat yang dimiliki.

10. Melatih kemampuan otak kanan
 Dengan mengajak anak-anak bernyanyi, berpuisi, menggambar, dan berbagai macam kegiatan kreatif lainnya, kemapuan otak kanan akan bekerja dengan lebih optimal. Di sekolah, biasanya anak-anak akan lebih cenderung menggunakan otak kiri, dan bila kemampuan otak kanan dan kiri bisa bekerja dengan baik dan seimbang, maka anak-anak tidak hanya akan berpeluang mendapatkan prestasi di bidang akademisa saja, melainkan bisa meraih prestasi-prestasi di bidang yang lain, misalnya kesenian.



Sumber: lagu2anak.blogspot.com

Parenting 1




Agar Punya Anak Yang Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

1. Terlalu Mendikte atau Melarang

Terlalu banyak mendikte atau melarang ternyata tidak baik untuk perkembangan sang anak. Hal ini bisa membuat seorang anak tidak punya inisiatif. Anak yang tidak punya inisiatif, bisa juga berdampak pada lemahnya kreatifitas sang anak. Padahal kreatifitas sangatlah penting bagi masa depan sang anak di masa yang akan datang. Anak yang terlalu banyak didikte dan dilarang bisa menjadikan anak lebih tertutup dan susah bergaul. Dalam hal ini, sebagai orang tua, kita harus lebih banyak membimbing pada saat anak-anak melakukan hal-hal yang baru, dan menasihati
mereka bila melakukan kesalahan. Seorang anak juga harus belajar dari kesalahan, agar mereka tahu sebab dan akibat dari apa yang mereka lakukan. Dan hal yang paling pokok dalam memberikan kebebasan kepada sang anak adalah supaya mereka bisa belajar bertanggungjawab, terutama terhadap apa yang telah mereka kerjakan. 

2. Terlalu Membatasi ide dan opini
Setiap anak pasti memiliki ide-ide saat sebelum mereka melakukan sesuatu. Misalnya, pada saat mereka bermain sebuah permaian puzzle. Mereka mungkin akan menyusun puzzle hingga membentuk sebuah gedung yang sangat tinggi. Bila melihat hal ini, maka yang terbaik yang bisa anda lakukan adalah menasihati dengan mengatakan,”Nak… Kalau kamu menyusun puzzle sampai setinggi itu, bisa jatuh. Kalau jatuh, nanti puzzlenya bisa cepet rusak. Kalau rusak, Papa nggak akan beliin yang baru lagi lho ya… Lalu kalau menjatuhi kepala adikmu kan kasihan… . “. Biarkan anak mengerti segala konsekuensinya saja, tanpa kita harus melarangnya. Dan kalau buah hati anda tetap keras kepala, biarkan saja. Biarkan anak belajar dari apa yang telah mereka lakukan. Hal ini akan lebih bermanfaat, daripada anda membatasi dengan segala larangan-larangan yang tidak berdasar. Dalam hal ini, tentu kita juga harus lebih cerdas untuk mengerti seberapa batas “kesabaran” yang kita berikan bagi berikan kepada buah hati kita. Bila buah hati kita sudah melakukan hal-hal yang berbahaya, tentu penanganannya sudah berbeda pula. Misalnya, pada saat buah hati kita bermain dengan colokan listrik yang terhubung dengan kabel beraliran listrik. Mungkin anda harus bertindak cepat supaya buah hati anda tidak kesetrum. Hal terpenting yang ditekankan di sini adalah tidak “terlalu” membatasi ide dan pendapat anak, sehingga tidak mematikan ide-ide kreatif mereka yang sedang berkembang dan jangan sampai buah hati kita memandang kita sebagai seorang “mandor” yang sedikit-sedikit marah dan melarangnya melakukan sesuatu yang baru.

3. Mengejek dan Mencela
Buah hati kita adalah pribadi yang sedang berkembang dan masih banyak membutuhkan waktu untuk belajar. Dalam hal ini, tentu apa yang mereka lakukan dan mereka buat, tidak sebaik dengan apa yang kita lakukan dan apa yang kita buat. Misalnya, pada saat buah hati kita sedang melukis seekor burung. Mungkin burung tersebut lebih mirip seekor cacing. Janganlah mengejek hasil karya buah hati kita tersebut, dengan kata-kata yang menyakitkan, karena bisa berdampak buruk bagi semangatnya untuk mau berkreasi. Akibat yang lain lagi adalah tumbuhnya sikap pemalu dan minder. Maka lebih banyaklah memberikan pujian. Dan bila anda merasa hasil karya buah hati kita belum baik, kita harus terus memberikan motivasi. Akan lebih baik lagi bila anda mau membimbing dan mengajar sang buah hati, agar bisa berkarya lebih baik lagi.

4. Menakut-nakuti Anak
Meskipun kita sendiri takut terhadap sesuatu jangan sampai kita menunjukkan rasa takut yang berlebihan. Misalnya pada saat kita melihat kecoa (dan kita sangat gelid an takut bila melihat kecoa), yang terbaik anda lakukan pertama kali adalah mencoba menghindarinya saja tanpa membiarkan anak takut. Jangan sampai kita menunjukkan reaksi yang berlebihan dengan berteriak, dan membunuh kecoa tersebut. Dan bila buah hati kita sudah terlanjur tahu keberadaan kecoak tersebut, cukuplah anda berkata,”Say… Ada kecoak tuh. Kecoak itu binatang yang jorok, hidupnya di comberan. Yuk kita masuk ke kamar saja.”. Dan berusahalah melakukan dengan tenang, tanpa membuat anak juga merasa ketakutan.

5. Membenci Anak
Meskipun buah hati kita sering melakukan kesalahan dan sering membuat kita jengkel, namun tetaplah menjadi orang tua yang sabar. Jangan sampai didikan yang kita lakukan dilandasi dengan kebencian. Melainkan tetap berpikir bahwa apa pun yang kita lakukan adalah demi kebaikan buah hati kita, dan karena kita begitu menyayanginya. Sebagai orang tua, dan tentu saja sebagai orang yang jauh lebih dewasa, kita tentu wajib untuk bisa mengontrol emosi kita. Buah hati kita, adalah pribadi yang masih sangat sensitif, sehingga bila kita sudah mulai melakukan hal-hal yang “diluar batas”, bisa jadi luka-luka itu terbawa hingga buah hati anda beranjak dewasa, dan membawa sifat bawaan yang anda “teladankan” kepada buah hati anda. Nasihatilah buah hati anda dengan cinta, dan bila anda harus marah, marahlah dengan cinta. Sehingga buah hati kita tidak akan merasakan kemarahan kita sebagai sebagai hukuman, melainkan sebagai wujud ungkapan cinta kita kepada buah hati kita, karena kita ingin buah hati kita tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Sehingga bila buah hati kita berubah bukan karena rasa takut kepada kita, melainkan sebuah perasaan cinta pula dan karena buah hati kita tidak ingin membuat kita kecewa dan bersedih.

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Bersemangat dalam Hidup




Bersemangat dalam Hidup

KH Abdullah Gymnastiar



Semoga Allah yang Menggenggam langit dan bumi, membuka pintu hati kita semua agar dapat memahami hikmah di balik kejadian apapun yang menimpa. Dan, semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita.

Saudaraku, yang mahal dalam hidup ini adalah semangat dan kemampuan untuk mempertahankan semangat tersebut. Kita tidak akan pernah meraih apapun yang dalam hidup ini tanpa adanya semangat. Bahkan, kita pantas melupakan kesuksesan kalau kita tidak memiliki semangat.

Rahasia seorang pemimpin, rahasia seorang entrepreneur, dan seorang yang sukses adalah kemampuannya untuk selalu bersemangat dan mampu menularkannya pada orang lain. Dengan semangat yang menggebu, seseorang akan memiliki kemampuan untuk membaca peluang lebih banyak dibanding orang yang tidak bersemangat. Kalau orang sudah bersemangat dalam hidup, maka ia akan mampu berbuat lebih banyak. Dan, semangat itulah yang bisa menggerakkan. Seseorang rela berhujan-hujanan pergi ke pengajian. Apa sebabnya? Ia bersemangat mencari ilmu. Seorang pemuda rela pergi malam-malam ke rumah kekasihnya. Apa sebabnya? Ia bersemangat untuk bertemu dengan si dia.

Maka pertanyaan yang layak kita kemukakan adalah: bagaimana agar kita selalu bersemangat dalam hidup? Semangat akan tumbuh bila ada harapan. Setiap ada harapan, maka di sanalah ada semangat. Sebagai ilustrasi, ada seseorang terjebak dalam gua yang gelap. Badannya sudah lemah dan harapannya sudah hampir habis. Ketika itu ia melihat setitik cahaya dan terpaan semilir angin. Apa yang terjadi pada orang tersebut? Sudah dapat ditebak, semangatnya akan bangkit kembali. Ia menyangka bahwa di sekitarnya pasti ada lubang, dan ia pun akan berjuang untuk mencari lubang angin dan cahaya tersebut. Termasuk dalam bab cinta. Kita akan bersemangat mencintai seseorang, tatkala ada harapan untuk mendapatkannya.

Dari mana harapan itu datang? Ternyata, harapan tidak timbul dengan sendirinya. Harapan timbul dari input (informasi) yang kita dapatkan. Artinya, orang yang akan selalu bersemangat adalah orang yang memiliki kebiasaan (tradisi) mengumpulkan dan menghimpun informasi. Maka, kalau kita ingin menjadi orang yang selalu bersemangat dalam hidup, maka kita jangan pernah berhenti menghimpun informasi. Berhenti mencari informasi, harapan berkurang, maka semanagat pun pasti berkurang. Lalu, input atau informasi seperti apa yang harus kita dapatkan? Tentu input yang dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi standar BAL (Benar, Akurat, dan Lengkap).

Sebuah keputusan yang tepat biasanya diawali dengan adanya tradisi pengumpulan informasi yang BAL. Kalau kita memiliki tradisi ini, kita akan semakin bersemangat dan memiliki peluang besar untuk menghasilkan keputusan yang tepat dalam hidup. Inilah modal yang paling mahal dari seorang yang ingin sukses dalam hidupnya.

Kalau kita menelaah Alquran, kata iqra sebagai kata pertama dari Alquran yang diturunkan pada Rasulullah SAW maknanya tidak sekadar membaca, tapi juga menghimpun informasi. Karena itu, tradisi mengumpulkan informasi jauh-jauh hari sudah diperintahkan Allah SWT.

Masalahnya, tradisi menghimpun informasi ini belum menjadi keseharian kita. Kebanyakan, hari-hari kita berlalu begitu saja tanpa ada manfaat. Kalaupun ada informasi yang masuk, mekanisme kita sering salah, serampangan, dan tidak dipilah-pilah. Karena itu, yang timbul adalah semangat emosi bukan semangat solusi. Jadi, kita harus mulai mengubah cara berpikir atau paradigma tentang informasi. Uang yang kita gunakan untuk menghimpun informasi bukan sebuah pengeluaran, tapi investasi.

Marilah kita iqra, punya tradisi, perangkat, uang untuk selalu bergerak berdasarkan informasi yang BAL agar tindakan kita benar-benar akurat. Kalau kita kaya dengan informasi, otomatis kita akan kaya dengan harapan, kaya dengan semangat, dan tindakan kita akan selalu tepat dan akurat. Pergi ke mana saja kita harus menjadi penghimpun informasi.

Artinya, bercita-cita apapun kita, pertanyaannya, sejauh mana kita gemar terhadap informasi yang BAL? Informasi bisa lewat buku, media cetak, televisi, internet, atau seorang guru. Karena itu, kalau kita berjumpa dengan seseorang, maka usahakan perjumpaan tersebut bisa menambah input yang benar bagi kita. Lihat pemilu, seharusnya mampu mendatangkan input bagi peningkatan kualitas diri kita. Intinya, dalam kondisi apapun jadikanlah kita penampung informasi yang Bebar Akurat danLengkap. Bila ini yang terjadi, insya Allah hidup akan terasa lebih mudah.