Dokumentasi Proses Monitoring hingga Terbit Ijin Operasional Raudhatul Athfal Miftahunnajah
Madrasah Miftahunnajah Josari Jetis Ponorogo
Kamis, 09 Juli 2020
Selasa, 09 Juni 2020
Pendaftaran Peserta Didik Baru RA Miftahunnajah dan KB Tunas Pertiwi
Info Pendaftaran Peserta Didik Baru tahun pelajaran 2020/2021 secara Online bisa Melalui : https://bit.ly/PPDB_online_Miftahunnajah
Senin, 12 September 2016
Parenting 2
10 Tips meningkatkan kreatifitas Anak (10
cara melatih, mengasah anak berpikir kreatif)
By Kak Zepe
Cara meningkatkan kreatifitas Anak
Sering kita menemukan seorang anak yang
terlihat malas di kelas atau memiliki nilai sekolah yang tidak terlalu baik.
Namun ada kalanya mereka bisa mendapatkan nilai yang melebihi teman-teman
mereka satu kelas, atau memiliki sesuatu kemampuan yang tidak kita duga dan
tidak bisa dilakukan oleh anak-anak yang lain. Jadi bila anda menemukan seorang
anak atau bahkan mungkin buah hati kita sendiri terlihat “kurang pandai” jangan
berkecil hati. Mungkin saja dia adalah anak yang kreatif dan cerdas, namun
belum terlatih / terasah dengan baik. Saya percaya, semua anak memiliki bakat
untuk menjadi anak yang cerdas dan kreatif. Lalu bagaimana untuk bisa melatih
anak agar bisa menjadi anak yang cerdas dan kreatif? Mari kita ikuti tips-tips
di bawah ini:
Ada 10
cara mengasah kreativitas anak, yaitu:
1. Berkreasi setiap hari
Untuk
menunjukkan kepedulian kita pada sang buah hati dalam berkreasi, marilah kita
ajarkan buah hati kita untuk membuat sesuatu yang kreatif. Misalnya dengan
menggambar, melipat kertas, bermain game ( porsi yang semestinya), bermain
permainan-permaian edukatif, bernyanyi, bercerita, dan masih banyak lagi.
Usahakanlah untuk bisa menemukan sesuatu yang baru dan berbeda dari apa yang
pernah dilakukan oleh sang buah hati, sehingga anak tidak merasa bosan dan
terpacu untuk lebih berpikiran kreatif.
2.Menggunakan ke dua sisi tubuh
Hal ini
memang tidak lazim dilakukan. Namun bila buah hati kita kita latih sejak dini
untuk melakukan hal ini, maka hal ini akan sangat bermanfaat di kemuadian hari.
Bagaimana caranya? Yaitu dengan melatih anak melakukan sesuatu menggunakan
kedua sisi tubuh. Hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan
menggambar atau mewarnai menggunakan tangan yang biasa digunakan dalam
aktivitas sehari-hari. Misalnya, buah hati kita biasa menggunakan tangan kanan
saat melakukan aktivitas sehari-hari (menulis, sikat gigi, makan, dll). Maka
kita ajari mereka menggunakan tangan kiri saat menggambar. Akan lebih baik lagi
bila dalam aktivitas sehari-hari pun mereka juga terlatih untuk menggunakan
tangan yang bergantian. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk menyeimbangkan
otak kanan dan kiri.
3. Memiliki tokoh yang bisa diteladani dan
diidolakan
Dengan
memperkenalkan banyak tokoh dunia yang telah sukses, anak-anak menjadi tahu
berbagai macam kepribadian dan prestasi dari orang lain. Hal ini sangat
penting. Kenapa? Karena anak-anak suka sekali meniru orang lain. Tokoh-tokoh
ini bisa seorang pahlawan, penemu, rohaniwan, dan tokoh-tokoh lain yang bisa
menjadi teladan buat sang buah hati. Jangan sampai buah hati kita hanya
mengidolakan tokoh-tokoh kartun atau film (seperti Tom and Jerry, Superman,
Batman, dll). Hal ini memang tidak dilarang, namun akan lebih baik bila
tokoh-tokoh tersebut adalah seseorang yang nyata sehingga bisa menumbuhkan
motovasi anak untuk meniru hal-hal yang baik di dalam diri tokoh tersbut, lalu
diteladani dalam kehidupan yang nyata.
4. Meningkatkan perbedaharaan kata pada anak
Semakin
tinggi perbedaharaan kata anak, maka seorang anak akan menjadi lebih mudah
dalam memahami seseuatu. Misalnya pada saat membaca. Bila buah hati kita banyak
mengetahui makna kata yang dia baca di dalam sebuah artikel, maka mereka akan
lebih mudah memahami isi artikel yang ia baca. Dengan mengerti isi artikel yang
ia baca, maka pengetahuan si kecil pun menjadi lebih luas.
5. Melatih kemapuan mendengar anak
Secara
pribadi, sebagai guru bahasa Inggris, saya sering menggunakan media audio
sebagai media pembelajaran anak. Misalnya, dengan menggunakan Tape dan
Laoudspeaker. Alat-alat tersebut saya gunakan saat melatih kemampuan mendengar
anak-anak dalam belajar bahasa Inggris. Untuk melatih penglihatan, mungkin akan
lebih mudah karena pada saat melihat TV pun anak-anak sudah belajar mengerti
sesuatu dengan indera penglihatan. Agar indera pendengaran bisa terlatih dengan
baik, alangkah lebih baik bila kita sering-sering mengajak anak untuk
mendengarkan lagu atau cerita lalu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan
lagu atau cerita tersebut (misalnya dengan cara tebak-tebakan).
6. Menggunakan warna-warni saat bermain dan
belajar
Mengapa
mainan anak-anak berwarna-warni? Mungkin sebagian dari kita warna-warni hanya
digunakan untuk menarik minat anak-anak untuk membeli mainan yang ditawarkan.
Namun sebenarnya ada fungsi lain yang lebih bermanfaat. Warna-warni yang biasa
dipakai dalam mainan anak ternyata juga bisa mengaktifkan otak kanan. Jadi pada
saat buah hati kita belajar menulis, menggambar, dan mewarnai, usahakan
menggunakan pensil atau peralatan lain yang berwarna-warni.
7. Melatih ketelitian anak
Saat
anak melihat sebuah gambar jerapah, akan lebih mudah bagi anak untuk mengatakan
bahwa itu adalah seekor jerapah, daripada melihat kaki jerapah yang panjang dan
meminta anak menyebutkan alasan kenapa kaki jerapah begitu panjang. Mengapa hal
ini sangat penting? Karena dengan membiasakan anak untuk belajar sesuatu secara
lebih mendetail atau kompleks, maka anak-anak akan menjadi lebih termotivasi
untuk “mengenal secara lebih” tentang sesuatu yang sudah mereka ketahui.
Sehingga kelak setelah mereka dewasa, mereka tidak hanya tertarik untuk
menggunakan sesuatu yang telah ada, namun menemukan hal-hal baru lain tentang
sesuatu yang pernah ia pakai dan menciptakan sesuatu yang baru lewat sesuatu
yang telah ada (semoga bahasanya bisa dipahami).
8. Memberikan liburan yang kreatif
Liburan
yang kreatif tidak harus mahal, namun yang terpenting adalah sesuai dengan
minat anak. Hal ini bahkan bisa dilakukan di rumah. Misalnya dengan berkebun,
mendekorasi rumah, membuat kreasi pernik-pernik, dan masih banyak lagi. Bila
perlu kita juga mengajak anak berlibur di luar rumah, misalnya ke tempat wisata
yang memiliki permainan outbound. Anak-anak aktif biasanya akan menyukai hal
ini, karena segala “emosi dan jiwa” mereka bisa tersalurkan dengan baik. Selain
itu, dari pembinaan kakak outbound, anak akan mendapatkan banyak pelajaran
tentang arti kerjasama, toleransi, sosialisasi, dan lain-lain. Anak aktif juga
harus memiliki moral dan etika yang baik kan? Selain itu diperlukan juga….
9. Jangan terlalu serius dalam mendidik
Suasana
keluarga yang terlalu serius dan kaku, biasanya juga kurang mendukung
kreatifitas anak untuk bisa berkembang. Gurauan dan humor-humor kecil sangatlah
penting di dalam sebuah keluarga. Kita bisa mengajak buah hati kita bercanda
pada saat-saat santai, membacakan cerita humor, menceritakan pengalaman
sehari-hari yang lucu, dan masih banyak lagi cara lain yang bisa membuat anak
merasa rileks saat bertemu dengan orang tuanya. Hal ini juga akan membuat anak
merasakan suka cita saat berada di dalam rumah, sehingga anak-anak kita pun
bisa lebih ekspresif terutama yang berhubungan dengan kreatifitas yang dia
minati dan bakat yang dimiliki.
10. Melatih kemampuan otak kanan
Dengan
mengajak anak-anak bernyanyi, berpuisi, menggambar, dan berbagai macam kegiatan
kreatif lainnya, kemapuan otak kanan akan bekerja dengan lebih optimal. Di
sekolah, biasanya anak-anak akan lebih cenderung menggunakan otak kiri, dan
bila kemampuan otak kanan dan kiri bisa bekerja dengan baik dan seimbang, maka
anak-anak tidak hanya akan berpeluang mendapatkan prestasi di bidang akademisa
saja, melainkan bisa meraih prestasi-prestasi di bidang yang lain, misalnya
kesenian.
Sumber: lagu2anak.blogspot.com
Parenting 1
Agar Punya Anak Yang Kreatif, Sebaiknya
Ortu Jangan…….
1. Terlalu Mendikte atau Melarang
Terlalu banyak mendikte atau melarang
ternyata tidak baik untuk perkembangan sang anak. Hal ini bisa membuat seorang
anak tidak punya inisiatif. Anak yang tidak punya inisiatif, bisa juga
berdampak pada lemahnya kreatifitas sang anak. Padahal kreatifitas sangatlah
penting bagi masa depan sang anak di masa yang akan datang. Anak yang terlalu
banyak didikte dan dilarang bisa menjadikan anak lebih tertutup dan susah
bergaul. Dalam hal ini, sebagai orang tua, kita harus lebih banyak membimbing
pada saat anak-anak melakukan hal-hal yang baru, dan menasihati
mereka bila melakukan kesalahan. Seorang anak
juga harus belajar dari kesalahan, agar mereka tahu sebab dan akibat dari apa
yang mereka lakukan. Dan hal yang paling pokok dalam memberikan kebebasan
kepada sang anak adalah supaya mereka bisa belajar bertanggungjawab, terutama
terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
2. Terlalu Membatasi ide dan opini
Setiap anak pasti memiliki ide-ide saat sebelum
mereka melakukan sesuatu. Misalnya, pada saat mereka bermain sebuah permaian
puzzle. Mereka mungkin akan menyusun puzzle hingga membentuk sebuah gedung yang
sangat tinggi. Bila melihat hal ini, maka yang terbaik yang bisa anda lakukan
adalah menasihati dengan mengatakan,”Nak… Kalau kamu menyusun puzzle sampai
setinggi itu, bisa jatuh. Kalau jatuh, nanti puzzlenya bisa cepet rusak. Kalau
rusak, Papa nggak akan beliin yang baru lagi lho ya… Lalu kalau menjatuhi
kepala adikmu kan kasihan… . “. Biarkan anak mengerti segala konsekuensinya saja,
tanpa kita harus melarangnya. Dan kalau buah hati anda tetap keras kepala,
biarkan saja. Biarkan anak belajar dari apa yang telah mereka lakukan. Hal ini
akan lebih bermanfaat, daripada anda membatasi dengan segala larangan-larangan
yang tidak berdasar. Dalam hal ini, tentu kita juga harus lebih cerdas untuk
mengerti seberapa batas “kesabaran” yang kita berikan bagi berikan kepada buah
hati kita. Bila buah hati kita sudah melakukan hal-hal yang berbahaya, tentu
penanganannya sudah berbeda pula. Misalnya, pada saat buah hati kita bermain
dengan colokan listrik yang terhubung dengan kabel beraliran listrik. Mungkin
anda harus bertindak cepat supaya buah hati anda tidak kesetrum. Hal terpenting
yang ditekankan di sini adalah tidak “terlalu” membatasi ide dan pendapat anak,
sehingga tidak mematikan ide-ide kreatif mereka yang sedang berkembang dan
jangan sampai buah hati kita memandang kita sebagai seorang “mandor” yang
sedikit-sedikit marah dan melarangnya melakukan sesuatu yang baru.
3. Mengejek dan Mencela
Buah hati kita adalah pribadi yang sedang
berkembang dan masih banyak membutuhkan waktu untuk belajar. Dalam hal ini,
tentu apa yang mereka lakukan dan mereka buat, tidak sebaik dengan apa yang
kita lakukan dan apa yang kita buat. Misalnya, pada saat buah hati kita sedang
melukis seekor burung. Mungkin burung tersebut lebih mirip seekor cacing.
Janganlah mengejek hasil karya buah hati kita tersebut, dengan kata-kata yang
menyakitkan, karena bisa berdampak buruk bagi semangatnya untuk mau berkreasi.
Akibat yang lain lagi adalah tumbuhnya sikap pemalu dan minder. Maka lebih
banyaklah memberikan pujian. Dan bila anda merasa hasil karya buah hati kita
belum baik, kita harus terus memberikan motivasi. Akan lebih baik lagi bila
anda mau membimbing dan mengajar sang buah hati, agar bisa berkarya lebih baik
lagi.
4. Menakut-nakuti Anak
Meskipun kita sendiri takut terhadap sesuatu
jangan sampai kita menunjukkan rasa takut yang berlebihan. Misalnya pada saat
kita melihat kecoa (dan kita sangat gelid an takut bila melihat kecoa), yang
terbaik anda lakukan pertama kali adalah mencoba menghindarinya saja tanpa
membiarkan anak takut. Jangan sampai kita menunjukkan reaksi yang berlebihan
dengan berteriak, dan membunuh kecoa tersebut. Dan bila buah hati kita sudah
terlanjur tahu keberadaan kecoak tersebut, cukuplah anda berkata,”Say… Ada
kecoak tuh. Kecoak itu binatang yang jorok, hidupnya di comberan. Yuk kita
masuk ke kamar saja.”. Dan berusahalah melakukan dengan tenang, tanpa membuat
anak juga merasa ketakutan.
5. Membenci Anak
Meskipun buah hati kita sering melakukan
kesalahan dan sering membuat kita jengkel, namun tetaplah menjadi orang tua
yang sabar. Jangan sampai didikan yang kita lakukan dilandasi dengan kebencian.
Melainkan tetap berpikir bahwa apa pun yang kita lakukan adalah demi kebaikan
buah hati kita, dan karena kita begitu menyayanginya. Sebagai orang tua, dan
tentu saja sebagai orang yang jauh lebih dewasa, kita tentu wajib untuk bisa
mengontrol emosi kita. Buah hati kita, adalah pribadi yang masih sangat sensitif,
sehingga bila kita sudah mulai melakukan hal-hal yang “diluar batas”, bisa jadi
luka-luka itu terbawa hingga buah hati anda beranjak dewasa, dan membawa sifat
bawaan yang anda “teladankan” kepada buah hati anda. Nasihatilah buah hati anda
dengan cinta, dan bila anda harus marah, marahlah dengan cinta. Sehingga buah
hati kita tidak akan merasakan kemarahan kita sebagai sebagai hukuman,
melainkan sebagai wujud ungkapan cinta kita kepada buah hati kita, karena kita
ingin buah hati kita tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Sehingga bila buah
hati kita berubah bukan karena rasa takut kepada kita, melainkan sebuah
perasaan cinta pula dan karena buah hati kita tidak ingin membuat kita kecewa
dan bersedih.
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Bersemangat dalam Hidup
Bersemangat
dalam Hidup
KH Abdullah
Gymnastiar
Semoga Allah yang Menggenggam langit dan
bumi, membuka pintu hati kita semua agar dapat memahami hikmah di balik
kejadian apapun yang menimpa. Dan, semoga Allah membimbing kita untuk bisa
menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita.
Saudaraku, yang mahal dalam
hidup ini adalah semangat dan kemampuan untuk mempertahankan semangat tersebut.
Kita tidak akan pernah meraih apapun yang dalam hidup ini tanpa adanya
semangat. Bahkan, kita pantas melupakan kesuksesan kalau kita tidak memiliki
semangat.
Rahasia seorang pemimpin,
rahasia seorang entrepreneur, dan seorang yang sukses adalah kemampuannya untuk
selalu bersemangat dan mampu menularkannya pada orang lain. Dengan semangat
yang menggebu, seseorang akan memiliki kemampuan untuk membaca peluang lebih
banyak dibanding orang yang tidak bersemangat. Kalau orang sudah bersemangat
dalam hidup, maka ia akan mampu berbuat lebih banyak. Dan, semangat itulah yang
bisa menggerakkan. Seseorang rela berhujan-hujanan pergi ke pengajian. Apa
sebabnya? Ia bersemangat mencari ilmu. Seorang pemuda rela pergi malam-malam ke
rumah kekasihnya. Apa sebabnya? Ia bersemangat untuk bertemu dengan si dia.
Maka pertanyaan yang layak
kita kemukakan adalah: bagaimana agar kita selalu bersemangat dalam hidup?
Semangat akan tumbuh bila ada harapan. Setiap ada harapan, maka di sanalah ada
semangat. Sebagai ilustrasi, ada seseorang terjebak dalam gua yang gelap.
Badannya sudah lemah dan harapannya sudah hampir habis. Ketika itu ia melihat
setitik cahaya dan terpaan semilir angin. Apa yang terjadi pada orang tersebut?
Sudah dapat ditebak, semangatnya akan bangkit kembali. Ia menyangka bahwa di
sekitarnya pasti ada lubang, dan ia pun akan berjuang untuk mencari lubang
angin dan cahaya tersebut. Termasuk dalam bab cinta. Kita akan bersemangat
mencintai seseorang, tatkala ada harapan untuk mendapatkannya.
Dari mana harapan itu datang?
Ternyata, harapan tidak timbul dengan sendirinya. Harapan timbul dari input
(informasi) yang kita dapatkan. Artinya, orang yang akan selalu bersemangat adalah
orang yang memiliki kebiasaan (tradisi) mengumpulkan dan menghimpun informasi.
Maka, kalau kita ingin menjadi orang yang selalu bersemangat dalam hidup, maka
kita jangan pernah berhenti menghimpun informasi. Berhenti mencari informasi,
harapan berkurang, maka semanagat pun pasti berkurang. Lalu, input atau
informasi seperti apa yang harus kita dapatkan? Tentu input yang dapat
dipertanggungjawabkan dan memenuhi standar BAL (Benar, Akurat, dan Lengkap).
Sebuah keputusan yang tepat
biasanya diawali dengan adanya tradisi pengumpulan informasi yang BAL. Kalau
kita memiliki tradisi ini, kita akan semakin bersemangat dan memiliki peluang
besar untuk menghasilkan keputusan yang tepat dalam hidup. Inilah modal yang
paling mahal dari seorang yang ingin sukses dalam hidupnya.
Kalau kita menelaah Alquran,
kata iqra sebagai kata pertama dari Alquran yang diturunkan pada Rasulullah SAW
maknanya tidak sekadar membaca, tapi juga menghimpun informasi. Karena itu,
tradisi mengumpulkan informasi jauh-jauh hari sudah diperintahkan Allah SWT.
Masalahnya, tradisi
menghimpun informasi ini belum menjadi keseharian kita. Kebanyakan, hari-hari
kita berlalu begitu saja tanpa ada manfaat. Kalaupun ada informasi yang masuk,
mekanisme kita sering salah, serampangan, dan tidak dipilah-pilah. Karena itu,
yang timbul adalah semangat emosi bukan semangat solusi. Jadi, kita harus mulai
mengubah cara berpikir atau paradigma tentang informasi. Uang yang kita gunakan
untuk menghimpun informasi bukan sebuah pengeluaran, tapi investasi.
Marilah kita iqra, punya
tradisi, perangkat, uang untuk selalu bergerak berdasarkan informasi yang BAL
agar tindakan kita benar-benar akurat. Kalau kita kaya dengan informasi,
otomatis kita akan kaya dengan harapan, kaya dengan semangat, dan tindakan kita
akan selalu tepat dan akurat. Pergi ke mana saja kita harus menjadi penghimpun
informasi.
Artinya, bercita-cita apapun
kita, pertanyaannya, sejauh mana kita gemar terhadap informasi yang BAL?
Informasi bisa lewat buku, media cetak, televisi, internet, atau seorang guru.
Karena itu, kalau kita berjumpa dengan seseorang, maka usahakan perjumpaan
tersebut bisa menambah input yang benar bagi kita. Lihat pemilu, seharusnya
mampu mendatangkan input bagi peningkatan kualitas diri kita. Intinya, dalam
kondisi apapun jadikanlah kita penampung informasi yang Bebar Akurat danLengkap.
Bila ini yang terjadi, insya Allah hidup akan terasa lebih mudah.
Langganan:
Komentar (Atom)







